Marhori Dinding

1 Comment » Written on October 3rd, 2008 by admin
Categories: Adat

Kegiatan ini merupakan  awal dari rencana adat pernikahan dalam ADAT  BATAK yang disebut dengan “MARHORI DINDING”. Ketika sepasang anak manusia telah menjalin kasih sayang dan saling mencintai serta telah sepakat melangkah ke jenjang perkawinan, maka keduanya menyampaikan hasrat mereka kepada orangtua masing masing.

Orangtua yang baik dan yang sangat menyayangi anaknya tentu dengan senang hati membuat rencana-rencana untuk mendukung langkah yang diputuskan oleh anak mereka. Lalu dilaksanakanlah MARHORI DINDING untuk merealisasikan kehendak yang mulia tersebut.

Arti harfiah dari kata marhori adalah mencoba berkomunikasi untuk merancang dan mencapai kesepakatan kesepakatan, sementara dinding adalah tembok rumah, dengan kata lain makna dari istilah ini adalah mencoba mengkomunikasikan rancangan rencana dari pihak PARANAK (orangtua dan keluarga dari anak laki-laki)  terhadap pihak PARBORU (orangtua dan keluarga anak perempuan)  dengan catatan masih dalam kategori tertutup yang hanya diketahui kedua belah pihak saja dan belum melibatkan sanak saudara atau terbatas hanya keluarga langsung PARANAK dengan keluarga langsung PARBORU. Biasanya ini dilaksanakan oleh BORU (garis perempuan dari keluarga) dari masing-masing pihak.

Yang dibicarakan dalam kesempatan ini meliputi si lelaki telah mencintai si perempuan dan ingin meminang si perempuan menjadi istrinya, dan selanjutnya membahas racangan kesepakatan kesepakan yang penting dalam rencana acara pernikahan meliputi :

1.     Sinamot

2.     Ulos Herbang

3.     Jumlah Undangan

4.     Marhusip

5.     Martumpol

6.     Marsibuhabuhai

7.     Pemberkatan Nikah

8.     ULAON/PESTA

9.     ULAON SADARI

Hasil dari pertemuan ini segera dikomunikasikan dengan kedua orang tua si lelaki dan si perempuan oleh masing masing BORU yang melaksanakan pertemuan tersebut.

One Response to “Marhori Dinding”


Leave a Reply