Dalam tulisan berjudul “Refleksi“ di weblog ini, saudara E. Situmorang berkomentar “Apa yang dapat kita lakukan?”
Sektor Pertanian : Seharusnya system pengairan untuk pertanian jangan lagi mengandalkan system tadah hujan, melainkan memanfaatkan air danau yang melimpah untuk mengairi pertanian dgn memanfaatkan teknologi yang ada; demikian juga dalam hal memilih penanaman pohon agar disiasati dengan tanaman yang bernilai ekonomis.
Sektor Parawisata ; menurut informasi yang berkembang dari mulut ke mulut di Lontung pada hakekatnya terdapat obyek wisata (seperti gua2 yang pernah diceritakan ompung saya di Lontung) yang layak dan punya potensi untuk dikembangkan, namun perlu dilakukan survey geologi dan sosialisasi yang baik.
JP Sitanggang dalam buku biografinya “Raja na pogos” memaparkan tulisan Ricky Sutanto dengan judul “2015 KITA TERKAYA No.5”. Dikatakannya, “dalam bukunya Ricky mengungkapkan bahwa Garden of Prayer (taman untuk berdoa) akan dibangun di Pusu Buhit (Samosir) sebagai tempat berkumpunya berbagai penganut agama di dunia, dengan membangun rumah ibadah untuk 5 (lima) agama yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Khong Hu Chu. Semua rumah ibadah akan dibangun dengan standar terbesar di dunia. Garden Prayer menjadi Pusat peribadatan dan kajian agama di dunia. Oleh karenanya Samosir akan dikunjungi jutaan manusia setiap tahunnya. Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi penduduk Samosir khususnya dan Indonesia secara umum.
Dari dua paparan diatas sangat jelas tergambar semangat untuk membangun kampung halaman itu sangat besar, dan sudah selayaknya mendapat apresiasi dari masyarakat yang bersinggungan dengannya, dalam kaitan ini pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi impian dari warganya.
Namun ada sesuatu pertanyaan yang mengganjal “Dari mana kita harus memulai?” dalam artian apakah kita membangun dulu masyarakat di perantauan dalam konteks ini “pomparan ni Ompu Sotaronggal se Jabodetabek” yang dalam kenyataannya masih membutuhkan konsolidasi baik disisi kesatuan pendapat dan pemikiran serta hal2 lainnya, atau langsung menyasar ke kampung halaman?
Pendapat dan pemikiran yang masuk memang cenderung memilih program jangka pendek dan menengah berorientasi kepada pembangunan anggota yang di perantauan dengan pemikiran ketika itu sudah solid dan satu pandangan, akan tiba saatnya mengarahkan pemikiran dan perhatian ke kampung halaman.
Tapi apapun itu, setiap langkah kecil yang dapat kita lakukan hari ini pasti menghasilkan sesuatu yang besar di kemudian hari; untuk itu mari kita mulai hari ini sebab tanpa itu semua akan terlambat dalam penantian yang sia-sia.


gak usah….mimpi akan dtg turis ke samosir…selama infrastruktur sperti jalan(ring road), pelabuhan yg memadai.. sarana angkutan di danau (Ferry dari Dishub), ato jembatan langsung dari Pulau SUMATRA ke Pulau SAMOSIR….segera diperbaiki,,,,,maka semua…cita2 besar kita pasti terwujud
08.09.09 at 6:46 am