Ketika memasuki Gereja HKBP Perumnas II Bekasi pada suatu minggu di awal tahun lalu (2008), timbul pertanyaan dalam hati melihat satu kotak yang ditempatkan di pintu masuk gereja yang bertuliskan “POTI PARASIAN”. Sekilas melihat nama kotak itu teringat kotak ajaib dalam cerita cerita sulap yang dengan sim salabim lalu keluar uang atau sesuatu yang sifatnya surprise. Lalu kembali saya berfikir, apa mungkin kontak semacam ini ditempatkan dalam lingkungan gereja yang sifatnya religius itu.
Dan jawabannya memang bukan demikian sebab setelah mendengarkan pemberitahuan pada “tinting” atau warta jemat, ternyata poti parasian merupakan suatu kegiatan yang dinamakan “Gerakan Aek Santetek” yang arti harfiahnya kurang lebih sutatu gerakan untuk menghimpun dana dengan prinsip sedikit demi sedikit dan lama lama menjadi menjadi berarti.
Menurut perkiraan saya falsafahnya diambil dari buku ende (buku nyanyian gereja HKBP) No.170 ayat 1 sebagai berikut :
ia aek santetek,
naotikdo i,
molo sai manetek,
mangalantap i”
Implementasi gerakan ini ditujukan kepada jemat yang tergugah hatinya untuk menyisihkan sebagian uangnya dan dipersilahkan untuk menaruhnya ke dalam kotak tersebut. Dan setiap minggu hasil dari persembahan kasih jemat ini disalurkan kepada warga jemat yang lebih membutuhkannnya. Demikianlah, gerakan ini sudah berjalan setahun dan ternyata sudah cukup banyak terbantu olehnya.
Ini merupakan satu gagasan yang pantas diappresiasi dan boleh jadi dapat dijadikan prototipe dalam perspektif untuk membantu sesama, dengan demikian hidup lebih berarti.

